Adverdtorial Berita Daerah Birokrasi NASIONAL

Wakil Bupati Madiun Hadiri Peringatan Nuzulul Qur’an Momentum Perbaikan Diri

Madiun,Sinarpolitan.com – Ramadan adalah bulan suci yang selalu dirindukan oleh umat muslim. Salah satu peristiwa pentingnya adalah Nuzulul Qur’an yang merupakan momentum turunya kitab suci Al Qur’an yang diperingati setiap malam 17 Ramadan 1443 H .

Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Soedjiono dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Mashudi mengikuti kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an oleh Pemprov Jawa Timur secara daring di Pendopo RTH Mojopurno. Senin (18/4/2022) malam.

Mas Hari sapaan akrab Wabup menilai Bulan Ramadan khususnya peringatan Nuzulul Qur’an sebagai momentum perbaikan diri. Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa melakukan hal yang baik dan mengisi bulan Ramadan dengan hal yang positif.

Sebagai apresiasi, Pemprov Jatim juga memberikan hadiah tabungan umroh dengan nilai nominal sebesar Rp 30 juta. Kegiatan tersebut diberikan kepada wajib pajak patuh sebanyak 15 orang. Pengundian dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa dan secara bergantian oleh beberapa tamu undangan.

Kesadaran wajib pajak yang tinggi di Jatim ini yang kita syukuri dan apresiasi,” jelas Khofifah dalam sambutannya,

Gubernur wanita pertama di Jawa Timur tersebut juga mengingatkan masyarakat tentang “iqra” yang artinya membaca. Menurutnya masyarakat harus melek literasi sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan dan informasi.

Peringatan Nuzulul Qur’an sendiri dilakukan di Masjid Akbar Nasional Surabaya dengan menghadirkan Pengasuh Ponpes Ora Aji, Sleman, Yogyakarta, K.H. Miftah Maulana Habiburrahman atau akrab disapa Gus Miftah. Kyai nyentrik tersebut mengajak masyarakat Jawa Timur khususnya kawula muda untuk membangun optimisme.

Di malam peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, dirinya berharap para kawula muda di Jawa Timur memiliki spirit dan sikap yang teguh sebagaimana tokoh-tokoh Islam yang teguh menyiarkan agama Islam.

Pemuda itu harus teguh pendirian, jangan minder dan insecure karena semua orang punya kelebihan,” kata Gus Miftah.

Gus Miftah juga menambahkan jika kita terlahir bukan dari keluarga kaya dan cerdas maka kita harus mengasah kreatifitas dan kerja keras Istiqomah menjalankannya. Menurutnya, anak muda saat ini banyak karya buka gaya, banyak proses bukan protes.

Tidak ada manusia yang lahir bodoh, pasti ada spesifikasi keahlian,” tegasnya sembari memotivasi para hadirin.(Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *