Adverdtorial Berita Desa Hukum Investigasi NASIONAL Paralegal

Sengketa Waris Antara Agus dengan Nahrowi ,LSM Garda Wengker Mendesak Sekdes Singgahan Meminta Maaf dugaan Atas Perbuatan Pencemaran Nama Baik

Madiun,Sinarpolitan.com – Pertemuan dalam agenda perdamaian yang digelar di Kantor Desa Singgahan Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur ,Untuk Penyelesaian sengketa waris antara Agus dengan Nahrowi, keduanya adalah warga asli desa Singgahan,Pukul 13.00 Wib -Selesai Rabu(30/3/2022).

Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Singgahan, Ihda Kurniawan dan didampingi oleh Sekretaris desa JonI Anwar serta dihadiri kedua belah pihak yang berselisih dan penasehat hukum pihak Nahrowi yaitu Imam Muslim.SH dan rekan juga dihadiri beberapa orang yang kelihatanya masih saudara dari kedua belah pihak.

Saat Sekretaris Desa yang bernama JonI Anwar membuka pembicaraan, sempat mengatakan bahwa Nahrowi adalah cucu anak jadah, sebelum akhirnya membicarakan lebih lanjut masalah yang terjadi dan akhirnya dilanjutkan ke persidangan mediasi perdamaian desa.

Selesai menjelaskan tentang permasalahan yang dihadapi dalam pertemuan langsung dikonfirmasi oleh Anggota LSM Garda Wengker Andre Somo mengenai maksud dari kalimat anak jadah tersebut.

Hal tersebut langsung dijawab Sekdes bahwa istilah anak jadah itu sudah begitu sejarahnya atau ceritanya tanpa menjelaskan lebih jauh mengapa harus menggunakan kalimat dimaksud.

Pertemuan perdamaian desa ini diketahui dilaksanakan karena adanya perasaan yang tidak adil dan sangat merugikan yang dialami Nahrowi terhadap tanah yang saat ini sudah dikuasai Agus.

Tak terima dengan cara-cara yang ditempuh oleh Agus dalam memperoleh surat tanah atau sertifikat, Pihak Nahrowi akhirnya mendatangi dan minta pendampingan hukum ke kantor hukum Imam Muslim dan rekan untuk memperjuangkan nasibnya.

Pertemuan mediasi tersebut akhirnya ditutup dan belum memperoleh solusi apapun namun Kepala Desa Ihda Kurniawan tetap membuka kesempatan bagi kedua belah pihak terutama pihak Nahrowi bila dianggap masih belum bisa menerima.

Setelah mengakhiri pertemuan, tokoh LSM setempat Andre Somo yang ikut mendampingi Nahrowi mengatakan, bahwa dalam pertemuan tadi seorang Sekretaris Desa JonI Anwar mengucapkan anak jadah kepada almarhum kakek Nahrowi.

“Sebab hal ini bisa menimbulkan dampak Hukum dugaan Atas Perbuatan Pencemaran Nama Baik dan Oknum Sekdes Singgahan Arogan Sebagai Pelayanan Publik Ucapan tidak Pantas di contoh , Nahrowi dan istrinya sangat menyesalkan ucapan Sekdes ,dan berencana akan melaporkan ke aparat penegak hukum”. tandas AndreSumo (Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *