Hukum Internasional Investigasi NASIONAL Pendidikan

MEMBANGUN DAN BERSINERGI ATAS CINTA YANG TIMBAL BALIK

Madiun,Sinarpolitan.com – Cinta itu, memiliki landasan,Karena cinta itu, punya landasan fundamental, serta Sumbu dan Poros, dengan tujuan jelas,dan bersifat mengikat,
Ikatan yang dimaksud bagaikan sirkel atau sebuah Poros putaran Relungan, Gemuruh Jiwa. Selasa (25/01/2022)

Cinta, bukan kedalaman, dan cinta juga bukan ketinggian, karena cinta yang terdalam itu, tidak terukur begitu pula dengan ketinggian Cinta, tidak dapat digapai.

Cinta adalah perlakuan khusus dari sebuah aspirasi dan inspirasi pada titik fokus sudut pandang kalbu,yang tertampak jernih dari *pandangan kalbu. tersebut.

Cinta itu terlahir, bukan karena bentuk irisan bukan bentuk kotak bentuk balok, atau bentuk bulat.

Cinta bukan selera, bukan animo, bukan pula hobi.

Sebelum masuk pada inti penjelasan saya akan memberikan beberapa garis bawahi tentang Cinta, namun pasti merupakan Cinta Semu Semu yaitu;

Cinta Tanah air,
Cinta Bangsa,
Cinta Agama,
Cinta Ummat,
Cinta Personal,
Cinta Kedua Orang Tua,
Cinta Keluarga,
Cinta Diri Sendiri.
Cinta pada sesama insan,
Cinta Damai dan Demokrasi
Cinta itu tumbuh dari rasa Alamiah diri dengan fundamental yang terpatri,.
Cinta itu, tumbuh sejak lahir,
Ketika seorang bayi mulai mengenal puting ibunya, maka, di situlah dia mulai mengenal Cinta,.

Kemudian Cinta itu, tumbuh seiring jalannya kehidupan berlanjut dari sang bayi, seterusnya menyayangi ibunya karena setiap saat selalu lengket dengan ibunya.
Dan cinta itu juga terlahir dari hubungan kedekatan,

Selanjutnya tumbuh dewasa dan mulai merasakan gejolak Cinta, sebagaimana yang dikenal secara masif dalam cerita fiksi seperti; Romeo and Juliet
Laila dan Majnun.
Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang (Versi Indonesia).

Cinta itu banyak warna. Sebagaimana deretan Cinta di atas tersebut

Dari banyak warna yang ada,
maka kita tahu bahwa Cinta itu, tidak Pernah buta.
Karena tidak buta, Cinta,
Warna Cinta pun selalu terlihat Cerah dan Bersinar

Jika Cinta, pasti seluruh sudut pandang akan terlihat suram.

Maka itu, cinta tidak buta akan warna,

Warna yang dimaksud disini adalah warna-warni dalam seluk-beluk kehidupan,

Cinta itu, dapat diukir dalam berbagai kehidupan sehingga dapat disebut dengan Ukiran cinta.

Cinta, Tumbuh secara imanen, dari Sanubari terdalam, Dan Entitas non materi ini, akan merasakan betapa dalamnya Sanubari manusia yang tak bisa diukur oleh alat ukur apapun.

Apakah cinta itu memiliki kadar bagaikan emas, berlian, mutiara, atau permata apa saja yang disebut dengan Clarity..?
Jawabannya tentu tidak..!

Cinta itu, jalan kehidupan dan barangsiapa yang melalui jalur yang baik Dan Benar,
maka segala kebaikan, menghampirinya.

Dengan Cinta,Jadilah penyayang kepada sesama dan itulah Cinta yang mengantarnya dengan tulus ikhlas kepada siapa saja.
Cinta hanya buta terhadap latar belakang,
terang pada jalan pandang akan warna kehidupan.
Cinta memiliki selera makna tak terbatas yang membatasi.

Hanya Cinta yang mampu menjadikan personal menjadi Kolektif dalam kebersamaan, walaupun Keberagaman,

Untuk membangun Persatuan Kolektif, melalui Wadah kelompok / Perkumpulan ,Perhimpunan dari Perspektif
Personal-personal, semua melalui Jalan Cinta.

Cinta Sejati itu, ialah Baik Personal, ataupun Kelompok,
Mampu membahagiakan, memasukkan personal- personal dalam jamuan ketenangan, dan larut dalamnya, suasana keagungan batin-batin terdalam.

Cinta terbagi atas beberapa bagian,
Namun pada bagian yang paling Fundamental adalah yang disebut dengan Cinta sejati Adikudrati.

Hakikat dari cinta itu, bentukannya adalah PIRAMIDA,
Seluas atau semasif apapun Anda bercinta, akan menuju pada titik kulminasi akhir.
Karena Cinta itu KARUNIA,

CINTA ITU ADALAH TIMBAL BALIK.

Apa sih yang dimaksud dengan timbal balik.? Adalah jika anda mencintai seseorang, pasti ada gelombang-gelombang terhubung itu, dari orang tersebut juga akan mencintai Anda. Seterusnya gelombang itu tidak akan terputus selagi rasa itu terhubung secara terus menerus walaupun jauh dimanapun dia berada, karena jauh di mata selalu dekat di hati,

Cinta merupakan sebuah Pedoman PRODUK BATIN,HAKIKI,
untuk kita mendapatkan berbagai Esensi,
baik Esensi sosial,dan
maupun Esensi Religius,

Pada Tingkat Hakikat, dari
Esensi Religius itu, menuju pada Cinta yang sebenar-benarnya Cinta, adalah Cinta Terdalam dan Tertinggi, kepada AHLUL BAIT AR RASUL SAW SANG RABBULL Alamiin,
Allah Jalla Jallaluhu.

Kita datang, karena Cinta, dan Kembali karena Cinta Allah SWT kepada kita.
Dan Cinta Kita
untuk membangun Rasa. Cinta menyeluruh untuk satukan Anak Manusia, pada satu selera,
Yaitu Cinta Tanah air itu,
adalah bagian dari pada IMAN yang imanen.

ALLAH MENCINTAI KITA, DENGAN RAHMAN DAN RAHIMNYA,
MARI,RASA BANGKITKAN RASA KETULUSAN
KITA
UNTUK MEMBANGUN DAN BERSINERGI ATAS CINTA YANG TIMBAL BALIK ITU.

UNTUK MENGGAPAI TITIK PUNCAK KULMINASI, DARI PUNCAK SEGALA PUNCAK, YANG TAK TERUKUR BATASANNYA ADALAH SELALU GETARKAN LISAN DENGAN BERSHOLAWAT Untuk Mengharap Syafa’at Dunia Sampai Akherat. Aamiin .(Red Tim Alvin /Kayla )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *