Adverdtorial Berita Desa Internasional Investigasi NASIONAL

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Junaidi Bersama Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto hadiri Penguatan Tugas dan Fungsi Tim PORA

Madiun,Sinarpolitan.com-Wakil Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menghadiri penguatan tugas dan fungsi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) di wilayah kerja Kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun bertempat di Ballroom I-Club Madiun. Selasa (7/12/2021).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jatim yang diwakili Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Junaidi, perwakilan dari Walikota Madiun,bupati Madiun,perwakilan dari Bupati Ngawi, Lanud Iswahyudi, Polres Madiun, Magetan dan stakeholder lainya.

Dengan adanya Rapat Tim Pora ini bisa menyamakan persepsi antar instansi dalam hal pengawasan orang asing dan dapat meningkatkan sinergitas. Wakil Bupati Madiun menuturkan jika dalam hal pelaksanaan pengawasan orang asing tersebut jangan sampai mengganggu kenyamanan orang asing tersebut. Dengan dilakukannya rapat koordinasi Tim Pora ini diharapkan menjadi wadah berbagi informasi serta meningkatkan fungsi pengawasan terhadap orang asing sesuai dengan tugas pokok masing-masing.

” Kegiatan pengawasan orang asing merupakan sarana dalam bertukar informasi. Selain itu capaian vaksinasi di Kabupaten Madiun juga ditargetkan 70 % di akhir tahun ini,” jelasnya.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur Junaidi menyampaikan menyampaikan bahwa pengawasan orang asing agar dilakukan dengan baik dan terkoordinasi dengan baik juga sehingga menciptakan sinergitas antar instansi terkait.

Selain memberikan informasi berupa jumlah orang asing yang berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, Kepala Kantor Imigrasi Madiun Andro Eka Putra juga memperkenalkan Aplikasi SIGAP OA dimana aplikasi tersebut akan membantu untuk memetekan jumlah serta keberadaan orang asing di wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun.

Kemudian dalam rangka menyikapi penyebaran covid varian baru yaitu omicron, Direktorat Jenderal Imigrasi telah menerbitkan surat edaran berupa penolakan masuk sementara bagi wna yang memiliki riwayat perjalanan mengunjungi Afrika Selatan, Lesotho, Eswatini, Namibia, Botswana, Zimbabwe, Mozambique, Malawa, Zambia, Angola, dan Hongkong dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah Indonesia. Serta penangguhan sementara penerbitan visa bagi negara-negara tersebut.(Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *