Berita Desa Internasional Investigasi

ADVOKAT/PENGACARA Harus Mandiri Hadir dengan Integritas Tinggi Untuk Menunjukan Nilai-Nilai Kebenaran dan Perlindungan Hukum

Madiun,Sinarpolitan.com-ADVOKAT/PENGACARA adalah profesi terhormat dan sangat mulia dibanding dgn penegak hukum lainya, seperti : Penyidik, JPU dan Hakim (APHN) kalau disadari betul keberadaan ADVOKAT/PENGACARA dalam suatu penanganan sangat tinggi dan mulia karena tidak digaji oleh negara, sedangkan APHN digaji dan difasilitasi oleh Negara pakai uang rakyat.Selasa (1/6/2021)

ADVOKAT/PENGACARA harus benar benar hadir dengan integritas tinggi untuk menunjukan nilai-nilai kebenaran, membela terduga/tertuduh pelaku kejahatan dan pelanggar ketentuan yang belum tentu bersalah

ADVOKAT/PENGACARA harus memiliki skill yang tinggi, wawasan harus luas, kreatif dalam mengungkap fakta hukum, tulus dalam membela klien sesuai hukum

profesi ADVOKAT/PENGACARA merupakan lembaga kontrol dan penyeimbang terhadap Aparat Penegak Hukum Negara, karenanya APH yang diberi kewenangan oleh UU, menghukum haruslah dibatasi dengan berbagai norma larangan

Kedudukan ADVOKAT/PENGACARA dalam perkara pidana selaku penasehat hukum terdakwa, tidak boleh paralel dengan penegak lain, “APHN” sebab filosofinya berlawanan, penegak hukum negara sifatnya menghukum, “praduga bersalah” sebagai pengemban amanat UU dan selaku pelindung korban mewakili negara, terkadang harus tunduk pada atasan atau pimpinan, makanya sering kita jumpai “APHN” melanggar HAM

Sedangkan ADVOKAT/PENGACARA harus benar benar mandiri, karena sifatnya membela dan melindungi hak asasi pelaku/terdakwa, selama belum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap, terdakwa dianggap belum bersalah “praduga tak bersalah”

Ketika ADVOKAT/PENGACARA sejalan dengan penegak hukum lain, seperti penyidik, JPU dan Hakim, maka keadilan sulit ditegakkan, “bukan berarti harus bermusuhan” tapi posisinya berseberangan

Falsafah penegak hukum negara, adalah cenderung membelokan ketentuan dan fakta2 oleh karena supaya ada yang melanggar hukum, sehingga pekerjaannya menghukum tetap ada dan terus berjalan, tetapi

Falsafah ADVOKAT/PENGACARA adalah cenderung jujur guna meluruskan ketentuan, meneliti dan mencermati fakta serta lebih mengarah pada pembenaran alasan perbuatan pelaku/terdakwa sebagaimana yang terungkap dipersidangan, oleh karena supaya orang yang tidak bersalah tidak dihukum, bahkan bila perlu pelanggar hukum hanya dikenai sangsi ringan

Tugas ADVOKAT/PENGACARA sesungguhnya adalah mengadvokasi dan membela pihak2 yang menghadapi sangkaan, tuduhan, & dakwaan dari APHN/ atas aduan pihak yang merasa dirugikan atau korban

Mendampingi korban kejahatan untuk mencari keadilan, bersinergi paralel dengan APHN guna memberi nasehat hukum atau arahan adalah tugas LEGAL dan/atau konsultan hukum, dalam konteks ini sering disalah maknai oleh para penegak hukum terutama rekan sejawat aktivis penggiat hukum dan pemerhati kebenaran yang adil.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *