Berita Desa Internasional Investigasi Paralegal

Tim Penyidik Kejari Madiun Membawa Tumpukan Berkas dan Dokumen Terkait Setoran PBB Kabupaten Madiun Senilai Rp 9,2 milyard

Madiun,Sibarpolitan.com-Penegak hukum belakangan semakin galak. Saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meggeledah gedung DPR RI untuk menyelidiki dugaan suap, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Madiun juga mengacak-acak Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun, Kamis (29/4/2021) siang.

Penggeledahan berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 09.30 WIB hingga pukul 10.30 WIB itu, bertujuan mencari bukti dugaan penyelewengan setoran dana pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) Kabupaten Madiun senilai Rp 9,2 miliar.

Pantauan di lokasi, tim Kejari Madiun yang menggenakan rompi hitam bertuliskan ‘Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi’ tampak menggeledah beberapa ruang kantor Bapenda. Di antaranya, ruang Bidang Pengembangan dan Penetapan

Penggeledahan kantor yang berlokasi di pusat pemerintahan Kabupaten Madiun di Caruban itu dipimpin langsung Kasi Pidsus Kejari Madiun, Bayu Novriandinata dan Kasi Intel, Arief Fachturohman, bersama tiga petugas lainnya.

Usai menggeledah, tim penyidik Kejari Madiun membawa tumpukan berkas dan dokumen terkait setoran PBB. Penyidik juga tampak membawa satu koper hitam berisi dokumen lain terkait dengan penyidikan kasus tersebut.

Kasi Pidsus Kejari Madiun, Bayu Novriandinata yang dikonfirmasi usai penggeledahan menyatakan, penggeledahan dilakukan untuk melengkapi barang bukti kasus dugaan korupsi penyelewengan setoran dana PBB P2 Kabupaten Madiun.

“Jadi benar hari ini kami melakukan penggeledahan di Kantor Bapenda untuk melengkapi dokumen barang bukti kasus dugaan penyelewengan setoran dana PBB P2,” kata Bayu.

Bayu mengatakan beberapa dokumen yang disita jaksa di antaranya laporan dan rekapitulasi bukti pembayaran pajak. Barang bukti yang disita akan diteliti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Tidak hanya di Bapenda, di saat bersamaan Tim Kejari Madiun juga melakukan penggeledahan di Kantor Camat Gemarang. Sama seperti penggeledahan di Kantor Bapenda, jaksa juga mencari dokumen barang bukti terkait kasus dugaan penyelewengan setoran dana PBB P2.

Bayu mengatakan, usai menyita sejumlah dokumen setoran PBB, tim penyidik akan memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. Sejauh ini penyidik sudah memeriksa 12 saksi dari berbagai pihak.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *