Berita Desa Internasional Investigasi

Ratusan Dumtruck Tonase di Atas 10 Ton Rusak Kondisi Jalan Jenangan -Pohijo Aspal Mengelupas Hingga Berlubang

Ponorogo,Sinarpolitan.com-Sejumlah jalanan rusak akibat kendaraan berat melintasi jalanan. Kerusakan terjadi di wilayah per-batasan Jenangan- Pohijo kecamatan Sampung kabupaten ponorogo Jawa timur. Begitu juga kawasan desa Prajegan kecamatan sukorejo dan desa sukosari kecamatan babadan perbatasan jembatan kali asin .Jumat (12/3/2021)

Pantauan awak media ratusan dumtruck proyek galian c muatan pasir Urug ,batu, tanah damtruck tonase di atas 10 ton Pemandangan ini terjadi setiap hari.

Dumtruck tiap jam 24.00 wib sudah berangkat antri di lokasi tambang galian c daerah perbatasan ponorogo dan wonogiri jawa tengah Kondisi jalan sangat memprihatinkan. Jalanan rusak, aspal mengelupas, hingga berlubang. Saat terik berdebu. Saat hujan, lubang tak kelihatan. Sudah sering terjadi sopir dumtruck mengalami kerusakan As putus dan motor yang terperosok.Mengakibatkan lalu lintas padat. Kemacetan mengular panjang. Macet parah di seputar jalan Jenangan ke Sampung ,Penyebabnya, banyak truk bertonase berat setiap hari melintas,ungkap Sukarjo,sudah jalan rusak, plus macet dan dihimpit truk-truk gede. Apalagi kalau hujan. Tentu sangat berbahaya. “Tolong Dinas Perhubungan,satpol pp, Pemerintah kabupaten Ponorogo segera memperbaiki kondisi jalan yang rusak Th 2021 dan batasi operasional dumtruck .
Pengusaha tambang galian c yang akrab di panggil bos kiprit / johanes warga desa pohijo kecamatan Sampung sedang di luar kota acara di yogyakarta

Sukarjo Protes dan Sangat Kecewa atas jalan yang rusak. Jalan untuk anak Sekolah,Petani,Pedagang dan masyarakat tidak nyaman melintasi jalan umum dirusak oleh segelintir pengusaha.

Pengamat transportasi Universitas Katolik Soegijapra-nata (Unika), Djoko Setijowarno menerangkan, kerugian kendaraan berat kelebihan muatan yang sering disebut kendaraan over dimension over loading (odol) tak hanya dirasakan pemerintah pusat di jalan nasional. Pemerintah daerah juga sama. Baik di jalan kota, jalan kabupaten dan jalan provinsi. APBD terkuras untuk perbaikan jalan berkali-kali.

Jalan dan jembatan pembangunannya dibiayai APBD Kabupaten Ponorogo rusak.

Djoko menilai, masih banyak ditemukan truk yang beroperasi mengangkut muatan dengan ukuran melebihi yang ditentukan. Selain itu, masih ditemukan ketidaksesuaian antara fisik kendaraan bermotor dengan dokumen, seperti Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) atau Buku Uji, serta masih ditemukan buku KIR palsu.
Ditambah lagi modifikasi kendaraan, pelanggaran muatan dengan muatan lebih dari 100 persen dari yang diizinkan. Diketahui, rata-rata dari kendaraan 2 sumbu, 3 sumbu atau lebih adalah berkisaran pada 20 ton per sumbu.

“Penindakan masih lemah. Denda yang diberikan oleh pengadilan bukan denda maksimal. Aturan-aturan perda maupun perbup tentang pembatasan kendaraan berat juga gampang sekali diabaikan,” ungkap Djoko.

Dampak truk odol sangat mengganggu mobilitas dan aktivitas warga. Imbasnya perekonomian warga terganggu.

Djoko menyarankan, pemerintah merevisi UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sanksi denda dan kurungan bagi pelanggar kendaraan odol perlu ditingkatkan. “Perketat aturan uji kir. Tak ada toleransi. Jika ketahuan odol di jalan,satpol pp dan dishub kabupaten ponorogo menindak tanpa kompromi. Melanggar peraturan Pemerintah di hukum berat. Pengusaha, pemilik barang juga dikenakan sanksi, bukan pengemudi yang selalu menjadi tumpuan kesalahan. Perlu sinergi pengawasan antar institusi.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *