Berita Desa Internasional Paralegal

SOSIOLOGI HUKUM DENGAN TEORI KLASIK

Madiun,Sinarpolitan.com-Pemikir Filsafat hukumm/Teori Klasik
Ada filsafat hukumm karena terjadi kebimbangan akan kebenaran & keadilan (kesebandingan) dari hukum.
Terjadi ketidakpuasan terhadap hukum, karena hukum tidak sesuai lagi dengan keadaan masyarakat, karena ada ketegangan:
1. antara kepercayaan & hukum yang sedang berlaku;
2. antara hukum yang berlaku dengan filsafat, perbedaan dasar-dasar hukum yang berlaku dengan pemikiran orang filsafat.
Tujuan filsafathukum: menjelaskan nilai2 & dasar hukum sampai pada dasar-dasar filsafatnya.

1. MAZHAB FORMALISTIS/ANALITYCAL JURISPRUDENCE

Hukum & moral adalah dua bidang yg
terpisah & harus dipisahkan
JOHN AUSTIN:

– Hukum: perintah dari mereka yang memegang kekuasaan tertinggi/yang memegang kedaulatan.

– Hukum: perintah yg dibebankan untuk mengatur makhluk berpikir, yang dilakukan makhluk berpikir yang memegang & mempunyai kekuasaan.

– Hukum sebagai sistem yg logis,tetap & bersifat tertutup.

– Hukum secara tegas harus dipisahkan dari keadilan (kesebandingan) & hukum tidak didasarkan pada nilai yang baik/buruk, tapi didasarkan
pada kekuasaan dari penguasa.

– Hukum dibagi 2:

1. Hukum yang dibuat Tuhan

2. Hukum yang dibuat manusia:

a. Hukum yang sebenarnya: disusun oleh penguasa

b. Hukum yang tidak sebenarnya: disusun oleh badan dalam masyarakat.

– Hukum ada 4 unsur: perintah, kewajiban, sanksi, & kedaulatan.

-Kelemahan: sistem tertutup mutlak akan menyulitkan penyesuaian hukum terhadap perubahan yang terjadi dalam masyarakat, yabg disebabkan oleh kebutuhan baru.

Hans Kelsen
Hukum sebagai suatu pertanggapan dari kaidah-kaidah dimana suatu kaidah hukum tertentu akan dapat dicari sumbernya pada kaidah hukum yang lebih tinggi
derajatnya, kaidah yang merupakan puncak dari sistem pertanggapan tadi yaitu Grundnorm.

Setiap sistem hk mrpk stufenbau dr kaidah2, puncak dr stufenbau itu tdp Grundnorm yg mrpk kaidah dasar drpd ketertiban hk nasional.

Hk berdiri sndr, terlepas dr aspek2
kemasyarakatan.

Tdk memberikan penilaian hk adil atau
tdk.

§Hanya menunjukkan apakah hk positif, dan
bukan apa yg mrpk hk yg benar.

2. Mazhab Sejarah & Kebudayaan
Hk hanya dpt dimengerti dg menelaah kerangka sejarah & kebudayaan (VON SAVIGNY)
– Hk mrpk perwujudan dr kesadaran hk masyarakat (volksgeist).

– Semua hk berasal dr adat istiadat & kebudayaan, bukan dr per-UU.

– Pentingnya meneliti hub antara hk dg struktur masy beserta sistem nilai2nya.

– suatu sistem hk sebenarnya mrpk bagian dr sistem sosial yg lbh luas & antara sistem hk dg aspek2 sosial lainnya, tdp hub timbal balik yg saling mempengaruhi.

– Menekankan aspek dinamis dr hk yg didasarkan pada sejarah hk tsb.

– Kelemahan: konsepnya ttg kesadaran hukum yg sangat abstrak

HENRY MAINE Perkembangan hukum dari status ke kontrak yg sejalan dengan perkembangan masyarakat yg sederhana ke masyarakat yg modern & kompleks.

Hubunga hukum pada masyarakat yg status (masyarakat yang statis & homogen): warga masyarakat masih sederhana, ber angsur akan hilang apabila masyarakat tadi
berkembang menjadi masyarakat modern & kompleks.

Hubungan pada masyarakat yang modern & kompleks
(masyarakat kompleks, dinamis & heterogen): hubungan hukum didasarkan pada sistem hak & kwajiban berdasar kontrak yg scr suka rela dibuat & dilakukan para pihak.

3. Mazhab UtilitarianismeJEREMY
BENTHAM :

– Manusia bertindak utk memperbanyak
kebahagiaan & mengurangi penderitaan

– Setiap kejahatan hrs disertai dg hukuman2
yg sesuai dg kejahatan tsb & hendaknya penderitaan yg dijatuhkan tdk lbh dr
yg diperlukan utk mencegah tjdnya kejahatan.

– Pembentuk hukum harus membentuk hukum yg adil bagi
segenap warga masyarakat secara individu.

– Kelemahan: tidak setiap manusia mempunyai ukuran yang sama tentang keadilan, kebahagiaan & penderitaan.

.RUDOLP VON JHERING

Hukum merupakan suatu alat bagi masyarakat untuk mencapai
tujuannya.

Hukum sebagai sarana untuk mengendalikan
individu2, agar tujuannya sesuai dengan tujuan masyarakat dimana mereka menjadi warganya.

Hukum merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan sosial.

4.Mazhab Sociological Juris prudenceEugen
Ehrlich :

– Pembedaan antara hukum positif dengan hukum yang hidup/living law,/antara kaidah hukum dengan kaidah sosial yang lainnya.

– Hukum positif hanya akan efektif apabila selaras dengan yang hidup dlm masyarakat atau pola2 kebudayaan (culture patterns).

– Pusat perkembangan hukum bukan pada badan legislatif, keputusan-keputusan judikatif ataupun ilmu hukum, tetapi justru terletak di dalam
masyarakat itu sendiri.

– Kebaikan :

1. Mengarahkan para ahli hukum pada ruang lingkup sistem sosial dimana akan dapat ditemukan kekuatan yang mengendalikan hukum.

2. Sebagai bantuan untuk lebih memahami hukum dlm konteks sosial.

3. Kesulitannya adalah untuk menentukan ukuran apakah yg dapat dipakai untuk menentukan suatu kaidah hukum benar merupakan hukum yang
hidup (dan dianggap adil).

DR.Andi Sutrasno SH.MH /dosen UNSA semester v tanggal 1 Des 2020

Roscoe Pounds Hukum harus dilihat/dipandang sebagai suatu lembaga kemasyarakatan yang berfungsi
untuk memenuhi kebutuhan sosial & tugas dari ilmu hukum untuk mengembangkan suatu
kerangka yg mana kebutuhan sosial dapat terpenuhi secara maksimal.

Menganjurkan untuk mempelajari hukum sebagai proses (law in action), yang dibedakan dengan hukum tertulis (law in the books).

Apakah hukum yg ditetapkan sesuai dengan pola Perikelakuan.
Hukum hanyalah salah satu alat pengendalian sosial (social control), bahkan hukum selalu menghadapi tantangan dari pertentangan kepentingan.

Andi Sutrasno1Des 2020
5. MAZHAB REALISME Hukum

Hakim tidak hanya menemukan hukum, tapi membentuk hukum Karllewellyn :

– Hubungan antara peraturan-peraturan hukum dengan perubahan-perubahan
sosial yg terjadi dlm masyarakat.

– Menekankan pada fungsi hukum.

– Tugas pokok dari pengadilan adalah menetapkan
fakta & rekonstruksi dari kejadian-kejadian yg telah lampau yg menyebabkan terjadinya perselisihan.

– Kewajiban hukum hanyalah merupakan suatu dugaan
bahwa apabila seseorang berbuat atau tidak berbuat, maka dia akan menderita sesuai dengan keputusan suatu pengadilan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *