Internasional Profile & Iklan

Raja-Raja di Nusantara Berdekatan dengan Burung Elang Jawa Terkenal Sampai di dunia Barat

Jakarta,Sinarpolitan.com-Burung Garuda dari mitologi nenek moyang Indonesia berdekatan dengan burung elang Jawa. Burung itu dilukiskan di Candi Dieng, Prambanan, Panataran, dan Kidal. Di Dieng dilukiskan sebagai manusia berparuh burung dan bersayap. Di Prambanan dan candi-candi di Jawa Timur bentuknya berparuh, berambut panjang, bercakar, dan menyerupai raksasa.

Raja Airlangga menggunakan tokoh Garuda sebagai meterai kerajaannya. Lambang itu diberi nama Garudamukha. Meterai kerajaannya itu tercantum di Prasasti Baru yang tersimpan di Museum Nasional Jakarta dengan kode penyimpanan No. D-16. Beberapa raja penggantinya di Janggala juga menggunakan cap kerajaan Garudamukha yaitu Mapanji Garasakan, Alanjung Ahyes, dan Samarotsaha.

Bahwa raja-raja di Nusantara sudah sejak lama memakai lambang ini, diketahui juga di dunia Barat. Dalam sebuah buku tentang lambang kerajaan yang terbit sekitar tahun 1483 berjudul ‘Das Wappenbuch Conrads von Grünenberg, Ritters und Bürgers zu Constanz’ yang ditulis oleh Konrad Grünenberg, memuat lambang Kaisar Jawa memperlihatkan seekor burung phoeneix di atas api unggun. Sedangkan Kaisar Sumatra memakai lambang rajawali digambar dari samping dengan kedua cakarnya mengarah ke depan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *