Internasional

Komandan Satuan TNI Terintegrasi (STT) Satuan Daya Tangkal Ancaman datang dari Pulau Terluar Natuna Perbatasan dengan Laut China Selatan (LCS)

Medan,Sinarpolitan.com-Dalam kunjungannya, Kasum TNI Letjen TNI Muhammad Herindra menyempatkan diri untuk bertemu dengan Para Komandan Satuan TNI Terintegrasi atau STT yang bertugas di pulau terluar Natuna.

Letjen TNI Muhammad pun telah mengingatkan kepada para komandan satuan bahwa tugas utama tentara adalah perang. Oleh karena itu, untuk melakukan peperangan harus disusun organisasi yang efektif di masa damai.

“Untuk itu, perlu adanya sinkronisasi terhadap Satuan TNI Terintegrasi (STT) sebagai satuan yang disiapkan untuk menghadapi peperangan digaris depan,” kata Letjen TNI Muhammad Herindra dalam keterangan .Jum’at, 11 Desember 2020.

Untuk diketahui, Satuan TNI Terintegrasi (STT) merupakan satuan strategis penjaga pulau terluar NKRI yang baru diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Desember 2018 silam.

Satuan TNI Terintegrasi (STT) ini merupakan kekuatan satuan daya tangkal (detterence effect) terhadap berbagai ancaman yang kemungkinan datang dari pulau terluar Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan (LCS).

Perlu diketahui pula, Satuan TNI Terintegrasi (STT) di Pulau Natuna terdiri dari gabungan kekuatan satuan tempur TNI tiga matra. Diantaranya unsur TNI AD diperkuat oleh Batalyon Komposit Kompi Zeni Tempur, Baterai Rudal Arteleri Pertahanan Udara, dan Baterai Artileri Medan.

Kemudian, satuan TNI AL terdiri dari Kompi Komposit Marinis dan fasilitas pelabuhan untuk mendukung operasional Kapal Perang TNI AL yang beroperasi di perairan Natuna. Sedangkan dari TNI AU terdapat Pangkalan Udara TNI AU yang dilengkapi dengan fasilitas Hanggar Integratif dan Hanggar Skuadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mendukung operasional Pesawat Udara TNI.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *