Berita Desa Internasional Investigasi Paralegal

KPK Biasa. Belum Berani Lawan Kelas Berat, Berbeda Seperti Era Antasari Azhar.

Jakarta,Sinarpolitan.com-Bulan Mei 2020, Juliari Batubara sempat menemukan kejanggalan terkait pendataan bantuan sosial di DKI Jakarta yang diadakan oleh Anies sebagai gubernurnya. Bulan desember, Juliari Batubara ditangkap oleh KPK. Kenapa ini? Saya ingin berprasangka baik saja.

Setelah KPK melakukan OTT Edhy Prabowo yang kata Hashim Djojohadikusumo diambil dari selokan (pick from gutter) terkait korupsi benih lobster di bandara Soekarno Hatta, KPK juga menetapkan tersangka korupsi bantuan sosial Covid 19, yakni Juliari Batubara. Total nilai korupsi yang diklaim KPK kepada dua menteri ini, kalau ditotal, tidak sampai 560 miliar.

Tahu maksud saya? KPK kuat? Bagi saya, KPK ini biasa-biasa saja. Ini ibarat kelas menengah, nggak berani lawan yang kelas berat, berbeda seperti era Antasari Azhar.

Harga diri KPK di hadapan publik sudah rendah. Karena selama ini KPK sudah memberikan diri mereka ke kegiatan-kegiatan dan statement-statement politis untuk mendiskreditkan Joko Widodo sebagai petinggi bangsa ini. Sebagai simbol negara, orang-orang KPK pernah menyindir Jokowi.

Bahkan pernah beredar video saat mahasiswa ada di gedung KPK untuk ngobrol-ngobrol bareng orang-orang dalam KPK, sebelum melakukan demo penolakan perppu KPK. Setelah itu, mau KPK dikuatkan atau dilemahkan, saya nggak perduli lagi. Karena ketika sudah ada arah politik, di sana KPK pasti nggak netral.

Apalagi sampai masih mempekerjakan Novel Baswedan si mantan tersangka penganiayaan tersangka pencurian sarang burung walet. Ada bahkan polisi yang mengatakan bahwa saat Novel bekerja di kepolisian, dia diminta untuk menulis laporan palsu.

Sebenarnya awalnya saya sangat mengapresiasi KPK saat dipimpin oleh Antasari Azhar. Yang diguncang adalah orang-orang besar, yang pada akhirnya membuat dirinya dizalimi, difitnah dan dituduh sebagai dalang kasus pembunuhan. Antasari Azhar dipenjara karena membela kebenaran.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *