Berita Desa Bisnis Investigasi

Ribuan Warung Rumahan Berpotensi Tutup, Jika Indomaret Alfamart Masuk Sumbar

Sumbar,Sinarpolitan.com.Ini Yang Harus Dilawan Dengan PERDA, Jangan Sampai Perekonomian Daerah Hancur, Sumber Daya Alam Daerah Dirampok Pejabat Pusat dan Buruh Daerah Diperbudak Lewat ATURAN dan UU OMNIBULLSHIT.atau UU CILAKA
Kota lain seperti Jogyakarta, Kota-Kota di Bali dan kota-kota di JAWA TIMUR, kapan mulai bergerak meniru SUMATERA BARAT.? Kunjungi BUPATI dan DPRD setempat untuk membuat PERDA melarang atau membatasi ALFA MART dan INDOMARET di kota anda.Ribuan Warung Rumahan Berpotensi Tutup, Jika Indomaret Alfamart Masuk Sumbar.senin (23/11/2020)

Satu hal yang perlu diapresiasi dari Sumbar adalah ia menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang tidak mampu ditembus oleh Indomaret Alfamart. Sebuah prestasi yang layak dibanggakan.

Bagaimana tidak bangga rakyat Sumbar, sebab gubernurnya membela perekonomian rakyatnya. Menolak permohonan pemilik modal, walau dibenci oleh para konglomerat.

Berkat keberpihakan Gubernur Irwan Prayitno, usaha-usaha rakyat tetap eksis dan malah kian berkembang. Warung-warung rumahan sebagai penopang ekonomi keluarga semakin kuat dan bertumbuh. Warung-warung rumahan itu, sekilas memang terlihat kecil, tapi sejatinya kuat. Setidaknya, keluarga si pemiliknya bisa hidup layak dari waktu ke waktu.

Terkait aksi penolakan indomaret alfamart ini, Gubernur IP tidak sendirian. Ada sosok yang gigih dan kuat yang mendorong Pak Gubernur. Beliau adalah Buya Mahyeldi Ansharullah. Keberpihakan Buya Mahyeldi terhadap rakyat dalam banyak hal, patut diacungkan jempol. Termasuk kegigihan beliau menolak Indomart dan Alfamart. Beliau sudah memulai dari Kota Padang.

Dalam hemat Buya Mahyeldi, Alfamart dan Indomart cenderung membawa barang sendiri untuk isi ritel mereka. Ini berarti sudah ada agen tertentu yang mengisi secara terorganisasi, sehingga seluruh barang yang dijual di gerai nyaris sama.

“Kalau orang investasi dengan membawa barang sendiri atau dari pusat, mau dibawa ke mana barang atau produk kita,” ungkapnya.

“Indomaret dan Alfamart tidak dikeluarkan izinnya karena akan merusak ekonomi daerah, usaha masyarakat bisa tutup,” tambah beliau lagi.

Sumbar saat ini tak obahnya Jawa Tengah 15 tahun yang lalu. Tentunya terkait usaha warung rumahan yang berkembang pesat. Tumbuh berkejaran dengan waktu. Sebagai pendatang seketika itu, saya begitu takjub. Penduduk asli Kota Semarang dan daerah sekitarnya, betul betul merasakan kesejahteraan lewat warung warung rumahan dan kedai sembako. Aneka usaha home industri juga menjamur, mulai dari pabrik tahu, kue-kue cemilan, kerajinan tangan, dan lainnya berkembang pesat.

Namun saat Indomart dab Alfamart mulai menancapkan kukunya, warung rumahan mulai berjatuhan. Ambruk pelan-pelan, lalu tutup. Begitupula dengan usaha Home Industri banyak yang gulung tikar. Sementara Indomaret dan Alfamart makin merajalela. Hampir setiap 100 meter, bisa kita temukan jaringan ritel raksasa tersebut.

Jangan jaget. Tercatat, per januari 2020, indomaret telah memiliki 17.681 outlet, dengan omset di atas 80 triliyun pertahunnya.

Begitupula halnya dengan kembarannya, alfamart. Tercatat per januari 2020, ia telah memiliki 14.310 gerai dengan omset pertahunnya di atas 54,11 triliyun.

Setiap tahunnya, indomaret alfamart mampu membuka 500 hingga 1000 gerai baru. Fantastis.
Baba Ali, _Komunitas Pemuda Kreatif & Peduli Sumbar.
Semuanya kembali kepada kita. Siapa pemimpin yang akan kita amanahi untuk lima tahun ke depannya. Tandatangan Sang Gubernur terpilihlah yang menentukan nasib ratusan ribu warung rumahan di Sumbar saat ini. Proteksi ini penting untuk melindungi usaha usaha rakyat. Mari bersama-sama menjaga Sumatera Barat yang kita cintai.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *