Berita Desa Internasional

Ir. Eddy Ganefo, MM Ketua Wanhatnas GBN Sosok Pengusaha yang Memiliki Energi Sumber Daya yang Besar dan Jaringan yang Luas Melakukan Perang Gerilya Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Jakarta,Sinarpolitan.com.Presiden Gumrengah Bakti Nusantara (GBN), dr Ali Mahsun Atmo M Biomed berkeinginan para pelaku ekonomi rakyat, seperti petani bisa memiliki sawah sendiri, nelayan bisa memiliki kapal sendiri, pedagang bisa memiliki lapak usaha sendiri, home industri / pengrajin punya mesin sendiri. Mereka (para pelaku ekonomi rakyat) berusaha bukan berdasarkan sewa yang akibatnya kerap dikejar-kejar oleh ijon atau kartel.

“Kita juga ingin ojek sopir becak mempunyai kendaraan sendiri. Mereka diperlakukan sejajar dan manusiawi semua. Teknologi tidak boleh mengendalikan kehidupan mereka, teknologi hanya support system,” kata dr Ali Mahsun Atmo M Biomed usai menobatkan Ketua Dewan Penasehat Nasional – Wanhatnas GBN kepada Ketua Umum Kadin Indonesia, Ir. Eddy Ganefo, MM di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, para pelaku ekonomi rakyat lainnya seperti pemulung juga bisa berusaha. Oleh karena itu dengan dinobatkannya Ir. Eddy Ganefo, MM sebagai Ketua Dewan Penasehat Nasional – Wanhatnas GBN sebagai sosok pengusaha yang memiliki energi sumber daya yang besar dan jaringan yang luas akan super cepat dan tepat sasaran melakukan perang gerilya ekonomi rakyat sehingga ekonomi rakyat segera maju, berkembang, mandiri, unggul dan tangguh.

“Bangsa ini (Indonesia), bangsa yang jago tanah, kita tidak perlu takut dengan bangsa dan negara lain. Indonesia, negeri terkaya, tersubur di dunia hanya belum pernah terkelola secara baik dan benar. Belum pernah diperuntukkan sebesar-besarnya untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Oleh karena itu, sambung dr Ali, GBN hadir mendampingi rakyat, mendampingi nusa, bangsa dan negeri untuk menegakkan kembali keadilan dan kesejahteraan rakyat. Yang dilakukan GBN untuk menggapai cita-cita besar dan luhur adil makmur adidaya bagi negeri. Apalagi rakyat Indonesia juga tidak rela tatkala bangsa ini selalu termakan oleh bangsa lain.

Ali berharap bangsa Indonesia harus tumbuh ke asal-muasalnya yang memiliki tatanan nilai budaya peradaban luhur dan tertua di dunia. Ali ingin semuanya bijaksana, arif dan tidak boleh merasa paling benar dan paling baik dan paling berjasa. Ali juga menegaskan, GBN tidak pernah ikut – ikutan terkait politik praktis. Karena GBN hanya mendampingi rakyat bangsa dan negeri Indonesia.

“Dalam waktu dekat kita akan memajukan warung kelontong, kuliner, toko motor dan tenant-tenant di kawasan industri, kawasan wisata kawasan keramaian dan yang lainnya. Kita akan membuka pertanian rakyat, akan membangun perumahan rakyat. Dan yang paling penting sebentar lagi akan hadir lembaga keuangan rakyat yang sahamnya dimiliki oleh rakyat,” tandasnya.

Sementara terkait pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi lemah, Ali memaparkan, pihaknya akan mendorong kembali kepada tradisi dan budaya agar warung rakyat, warung kelontong harus menjadi tempat masyarakat belanja. Karena warung menjadi kerohanian Indonesia. Pihaknya juga akan mendorong motor toko di semua kawasan dengan harapan ekonomi rakyat bergerak secara maksimal.

“Demikian pula pertanian. Kita tidak mau negeri ini ada kelaparan makanya sebentar lagi GBN akan luncurkan Gerakan 1 Rumah 1 Singkong. Dan nanti Gumregah Bakti Nusantara akan mensubsidi bibit singkong itu dengan harapan kalau ada sesuatu terkait dengan krisis pangan dunia rakyat bangsa kita tetap perutnya terisi,” tegasnya.

Sementara itu Ir. Eddy Ganefo mengatakan, dengan dinobatkannya sebagai Ketua Dewan Penasehat Nasional – Wanhatnas GBN maka pihaknya akan melakukan pembinaan dan aktivitas lainnya yang bisa membangkitkan ekonomi masyarakat dari petani, nelayan dan seluruh pelaku pelaku UMKM agar mereka bisa berdaya secara ekonomi. Dengan bangkitnya ekonomi masyarakat maka akan baik juga bagi bangsa dan negara.

“Pekerjaannya harus sesegera mungkin yang sekarang sudah saya lakukan di Riau. Kita mulai dari sana, nanti akan kita kembangkan yang kira-kira potensinya sudah siap atau sudah hampir siap kita bisa direalisasikan,” jelasnya.

Eddy menilai, saat ini ekonomi masyarakat sudah mulai membaik melalui pembinaan yang sudah dilakukannya. Perbaikan ekonomi itu tentu saja ada peran Gumregah. Oleh karena itu pihaknya berharap ekonomi masyarakat bisa bertahan atau minimal dimasa Covid-19 ekonomi masyarakat bisa bangkit kembali seperti sediakala. Pada akhirnya mereka akan lebih baik dibandingkan sebelum Covid-19.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *