Paralegal

Keluarga Besar Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Madiun Berziarah Ke Makam Eyang Wagiman

Magetan-Sinarpolitan.com Keluarga besar pscp madiun berziarah ke makam eyang wagiman dwija pscp guru besar dan pendiri ilmu beladiri pscp lokasi gedung Sasono Wiroyudo Wicaksono Panekan Magetan Jawa Timur, kamis (14/05/2020). Nanang ma’ruf tampak menjadi pimpinan rombongan ziarah makam Dari pantauan dilapangan tampak ketua ranting kebonsari kab.madiun dan supri sub ranting desa slambur, Nanang Kosim Warga PSCP Desa Bacem, Bambang Bangunsari Dolopo, Warga PSCP Desa Krandegan Kecamatan Kebonsari, Kakek Kresno Desa Slambur sesepuh pscp juga tampak mengenakan pakaian sakral pscp lengkap dengan masker dan nuryanto memimpin bacaan tahlil dan fatehah mengajak jama’ah untuk berdoa kepada almarhum eyang dwija pscp.

Menurut nanang ma’ruf bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa guru besar dwija pscp dlm berjuang pengorbanan dan kesabaran pscp berdiri 18 juli 1974 yang sangat semangat dan tak mengenal putus asa..
berjuang dengan segala jiwa dan raga.

Kehadiran keluarga besar pscp madiun tepat Malam 3 hari meninggalnya almarhum eyang dwija wagiman mengirim doa, semoga amal bakti diterima disisi Allah SWT, dan ditempatkan di tempat terpuji.mendapatkan nikmat qubur dan masuk surga. Aamin, “Mudah- mudahan kegiatan seperti ini mengembangkan semangat militansi pscp bagi generasi muda,”Warga PSCP cinta tanah air, cinta merah putih dan harus selalu berbuat yang terbaik, belajar dengan sungguh-sungguh. Ilmunya bermanfaat, dapat menjadi orang yang berguna dan membanggakan bagi keluarga, agama dan bangsa. Tujuannya untuk berkirim doa dan memberikan penghormatan kepada guru pendiri PSCP, Purjito, Mbah Nidom, Mbah Marmo yang sudah wafat.

Kita dapat mengingat jasa para guru yang telah memberikan ilmu saat belajar bela diri di PSCP. Mendoakan guru yang sudah wafat adalah jalan keberkahan ilmu.

Doa ziarah kubur

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Artinya : “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim). (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *