Paralegal

Pembangunan Saluran Jl. Panjaitan Terbengkalai, Dinas PUPR Dilaporkan Ke Kejaksaan Negeri Ngawi

Ngawi, Sinar Politan – Proyek pekerjaan pembangunan saluran Jl. Panjaitan Kabupaten Ngawi berbuntut panjang. Salah satu warga melaporkan proyek Dinas PUPR tersebut ke Kejaksaan Negeri Ngawi.

Menurut pelapor yang enggan ditulis namanya, banyak pekerjaan yang tidak sesuai dari segi fisik kontruksi. Seperti halnya tidak adanya urugan pasir padat pada dasar dibawah dan urugan sirtu padat pada samping U-dicht. Selain itu, pemasangan tidak melihat perhitungan evelasi.

”Saya melaporkan proyek ini setelah kami lihat dilapangan pekerjaan tersebut ( pembangunan saluran Jl. Panjaitan) diduga tidak sesuai dengan gambar dan Rancangan Anggaran Banguan” katanya.

Paket pekerjaan pembangunan saluran Jl. Panjaitan dimenangkan oleh PT. Tujuh Sembilan Sembilan Group dengan nilai 2.488.544.223,10 APBD Tahun 2018. Namun proyek pekerjaan hingga akhir tanggal kontrak bulan Desember 2018 tidak dapat diselesaikan. Meskipun ada masa perpanjangan masa kontrak 50 hari, sampai februari 2019 proyek tersebut tidak dapat diselesaikan kemudian putus kontrak. Sebelumnya PT. Tujuh Sembilan Sembilan Group telah menerima uang muka sekitar 50% atau sekitar 1,2 M.

Kajari Ngawi, Ali Sunhadji terkait dengan laporan tersebut akan mempelajari dengan profesional. ” Semua akan kami telaah dulu, penangannya pasti secara profesional,”.(supri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *