Investigasi Paralegal

Kasus Mark Up Pengadaan Tanah SMP 1 Mantingan, Kapolres Ngawi Tetapkan 2 Tersangka

Ngawi, Sinarpolitan.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui dinas pendidikan menganggarkan dana untuk pengadaan tanah SMP 1 Mantingan sebesar Rp 2,7 M dari APBD 2017. Namun sayangnya ada dugaan mark up dan peran serta makelar dalam pengadaannya.

Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto mengatakan Perkara mark-up pengadaan tanah Smp 1 Mantingan sudah melalui proses yang panjang yang melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan/BPKP untuk menghitung besaran kerugian negara yang berkisar 1,154 Milyar rupiah

“Dalam gelar perkara yang telah kita lakukan, untuk sementara menetapkan 2 tersangka yaitu inisial H salah satu oknum di Dinas Pendidikan dan S sebagai pihak swasta atau makelar tanah, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam perkara ini, saat ini ke 2 tersangka tidak kita tahan “.

Kedua tersangka inisial H dan S akan dijerat dengan UU TIPIKOR No.20 Tahun 2001 Pasal 2 atas perubahan UU TIPIKOR No.31 Tahun 1999 dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan paling lama 20 tahun.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *